Kisah seorang anak yang mempunyai keterbatasan dalam hidupnya, sebut saja Boy, Boy anak laki laki berumur 6 tahun yang berbeda dengan teman lainnya, Boy mengalami ganguan pada penglihatannya sejak ia lahir. Gangguan englihatan yang ia alami menghambat pertumbuhannya, sampai saat ini ia berumur 6 tahun belum bisa bicara layaknya anak yang berumur 6 tahun, tetapi boy tidak minder karena belum bisa bicara dengan normal, boy tetap menjalani kehidupan layaknya anak yang berumur 6 tahun, seperti bermain, belajar, dan bercengkrama.
Pada suatu malam di malam ramadhan, boy menjalankan aktifitas layknya seorang muslim lainnya. Boy ikut ayahnya menjalankan shalat sunah tarawih, karena di mushola banyak anak anak yang tarawih dan boypun tertarik untuk bermain sebentar dengan teman teman sebayanya. Boypun melepaskan genggaman tangannya dengan ayahnya. ayah boy pun terhentak sejenak heran melihat anaknya yang tidak biasanya melepaskan gandengan tangannya hanya untuk bermain. ya sudah lah ayahnya berpikir toh pasti teman temannya akan mengajaknya untuk sholat tarawih.
15 menit sebelum adzan sholat isya berkumandang boy masih saja bermain dengan teman teman teman sebayanya. tak terasa adzan akan segera berkumandang boy dan teman temannya bergegas menuju mushola, teman teman boy berlari. boy tertinggal, tak terasa sarung yang dikenakan boy lama kelamaan mulai kendur. teman teman boy meninggalkan boy. boy tampak panik, tak tahu jarus melakukan apa. boy terdiam sejenak mengamati apa yang orng lain lakukan, apa yang orang lain lakukan dengan air yang keluar dari keran lalu membasuh anggota tbuhnyamj boy teringat apa yang dikatakan ayahnya, yanh dilakukan orang orang tersebut adalah berwudhu, boy langsung mengikuti orang orang itu.
setelah selesai mengambil wudhu boy bergegas, mencari shaf yang kosong. tak sadar sarung yang ia pakai terlepas.boy panik ia mencoba untuk memakainya kembali tetapi gagal, boy mencoba lagi gagal lagi, boy mencoba lagi tetapi gagal lagi. keadaan boy yang seperti itu membuat orang dibelakanggnya terketuk hatinya untuk membantunya memakaikan sarungnya. tak sengaja ayahnya melihat boy lalu mengucapkan terima kasih kepada orang yang telah membantu boy memakaikan sarungnya.
sungguh betapa semangatnya anak yang mempunyai keterbatasan untuk melaksanakan ibadah, bagaimana dengan kita yang normal apakah sama semangatnya dengan boy?????